Journal

Blog ini adalah jurnalku selama aku ada di belanda. Isinya yah macam-macam. Bisa curhat, traveling or just foto-foto.

Saturday, March 05, 2005

Indah Tapi Menyebalkan

by Aya

Dulu Aku selalu membayangkan winter season itu sangat menyenangkan. Pake jaket tebal, scraf, kupluk, penutup telinga, sarung tangan, and asesoris lainnya. Yang kelihatannya keren benerrr!!! Dan winter time adalah saatnya bermain dengan bola salju. Pokoknya musim salju saat-saat yang indah. Membayangkan bisa main ski or ice skaiting. Memang indah menikmati setiap "lembar'' salju yang melayang and perlahan jatuh ke bumi. Dan Aku sangat menikmati tiap detik moment seperti itu. Apalagi mengingat di Jakarta gak ada geto lho yang namanya salju......hehehe........

Sebenarnya bukan pilihan yang tepat untuk datang ke Belanda pada saat Winter. Namun alasan pekerjaan dan opendag lah yang membuatku harus berangkat di saat winter. Sejujurnya Aku tidak kuat dingin. Dan benar saja ketika untuk pertama kali menginjakkan kaki di Schipol airport, Amsterdam jam 6 pagi langsung saja badanku bereaksi. Badan ini langsung menggigil, badan terasa sakit yang sakitnya sampai ke tulang, Muka pun terasa baal (mati rasa). Hingga kepulanganku pun, Aku masih belum bisa beradaptasi dengan rasa dingin ini. Jangankan Aku, teman-temanku yang lahir dan besar di negara 4 musim selalu berteriak ketika winter tiba. "I hate winter, i hate snow. Aku rindu Indonesia," begitu kira-kira ucapan Mereka.

Jika Kita memandangi salju turun, indah banget. Tuhan hebat yah? bisa menciptakan salju yang indah ini. Kalau salju sudah turun, tanpa diiringi hujan dan angin, asyik deh karena udaranya jadi tidak terlalu dingin. Mungkin karena temperatur stabil, jadi udara dinginnya terasa sejuk. Tidak membuat badan menggigil or badan terasa ngilu. Pernah suatu hari, Aku memberanikan diri keluar hanya dengan jeans dan sweater yang tidak terlalu tebal. Hasilnya??? Wuihhh...menyenangkan sekali bisa bebas dari himpitan jaket biruku yang tebal itu. Tapi tentunya hanya sebentar saja.......hehehe.......

Salju yang berwarna putih bersih (jika belum terkontaminasi) dan halus. Bagi yang belum pernah melihat atau menyentuh salju, bisa membayangkan serutan es cendol di Jakarta. Namun butirannya lebih halus. Bagi anak-anak, turunnya salju adalah saatnya bermain. Mereka bisa dengan bebas melempar salju ke arah temannya, atau melempar ke jendela rumah orang lain. Eit...ini sudah tradisi, jadi tidak boleh marah. Lagi pula dengan bola salju, tidak serta merta membuat jendela or kaca rumah jadi pecah. Kecuali, di dalam bola salju ada batunya.....hehehe........

Tapi ada hal yang menarik, sekaligus miris, tentang lempar melempar bola salju. Tahun lalu seorang anak kulit hitam, Sedar Soares, dengan riangnya bermain bola salju. Lempar sana, lempar sini dan tak sengaja lemparan terakhirnya mengenai sebuah mobil yang melintasi salah satu wilayah di Rotterdam (Aku lupa nama daerahnya). Entah apa masalah yang sedang dialami pria pengendara mobil itu, sehingga lemparan bola salju anak berusia 11 tahun itu ditanggapi dengan sangat emosi. Pria itu langsung keluar dari mobil dan menusuk bocah kecil itu. Oh my God.....hanya karena satu lemparan bola salju, nyawanya hilang? Mungkin tak pernah terlintas dibenak bocah malang itu, hidupnya akan berakhir setragis itu dan sesingkat itu di usianya yang sangat muda. Dan untuk kesalahan seremeh itu? But menurutku itu bukan kesalahan. Bermain adalah dunia anak-anak, dan setiap anak ''wajib'' untuk bermain dan bergembira.

Seperti halnya Jumát kemarin (4/3) Aku melempar bola salju kepada dua orang anak kecil yang tidak Aku kenal. Dan melempar ke jendela rumah orang. Tapi mereka tahu, itu tanda kita mengajak bermain. Yeah jika tidak ingin bermain, yah tidak usah dibalas lemparan itu. Selesaikan? And sekarang Pria sadis itu menerima ganjarannya, dihukum 15 tahun penjara. But menurutku itu tetap tidak setimpal, secara dia menghilangkan nyawa orang lain. Bagiku Tuhan lah yang berhak mengakhiri hidup manusia.

Berjalan di atas salju juga harus berhati-hati, jika tidak ingin terpeleset. Dan hal ini Aku alami sendiri. Kamis lalu (3/3), dalam perjalanan pulang ke Belanda, tepatnya di Belgia, Ketika Aku ingin pipis di sebuah toilet di pinggir jalan tol, Aku terpeleset. Dan terpelesetnya bukan seperti terpeleset kulit pisang. Tapi ini sampai Jatuh bangun Aku mengerjarmu......hehehe....... Gila kan??!!! Hingga my elbow sampai melintir sedemikian rupa. Adohhhhh.............Suakitnyaaaaa minta ampun deh!!! Mau nangis rasanya. So alhasil balik ke Rotterdam sambil meringis-ringis. Duh, kalau Aku di Jakarta pasti langsung ke rumah Ibu Ayu deh. Ibu ku yang baik hati. Yang sangat-sangat pandai mengurut. Di tangan Ibu Ayu pasti siku ku dah sembuh deh. Tapi di sini, mau diurut ama siapa? Yeah mungkin ajah ada Sinse, tapi YAKIN banget pasti harganya muahal sekale. So Aku harus menahan sakit ini sampai Aku kembali. Tentu saja, sambil menunggu Aku berusaha latih terus agar tidak kaku.
Hiks....memang susyeh yeh hidup di negeri orang??!!!

Hal lain, yang tidak menyenangkan dengan turunnya salju adalah tidak beroperasinya Bus. Jelas ini bikin senewen, karena sudah lama menunggu tapi Bus tak kunjung tiba. Memang, jika saljunya sudah terlalu banyak or tinggi membuat kendaraan susah untuk berjalan. Demi menghindari kecelakaan dan juga macet, maka "para Bus" tidak beroperasi. Tinggal para pengguna Bus yang harus manyun, sebab harus berjalan menuju tempat tujuan atau menggunakan transportasi lain, seperti subway.
Salju memang banyak menyebabkan kecelakaan. Tak sedikit kasus kecelakaan terjadi pada musim ini. Rata-rata disebabkan karena licin, terlalu kencang melaju sehingga terpeleset. Or kecelakaan beruntun. Nah karena menghindari terpeleset, maka mobil melaju dengan perlahan. Dan hal ini, tentu saja, menyebabkan kemacetan. Apalagi pada jam-jam sibuk, pagi dan sore hari.


Ditaburi Garam

Saat menuju rumah Opa, mataku terpaku pada sebuah bangunan berbentuk lucu. Kalau tidak salah berwarna hijau. Kecil dan menarik. Ketika Ku tanya, ternyata itu tempat menyimpan garam. Garam??? "Iyah, garam untuk mencairkan salju," begitu kata Kees. Jadi, ketika salju mulai banyak dan menutupi jalan. Maka petugas yang bersangkutan akan menebar garam ke jalanan. Sehingga para pengendara tidak perlu kesulitan mengendarai mobilnya. Hanya cukup berhati-hati.

Karena tidak pernah melihat kegiatan ini, maka Aku senang banget ketika melihat ada mobil pengangkut garam. Sambil melaju perlahan, dua petugas dengan sekop di tangan mulai membuang garam sedikit demi sedikit. Dan salju pun mulai mencair pelahan. Seru yah??? Eh btw, kalau saljunya sampai menggunung begitu, berapa banyak garam yang harus di sebar yah???

Saturday, February 26, 2005

Indahnya Bisa Menolong Sesama

By Aya

Aku selalu menganggap Kees adalah orang yang keras, gampang marah and sometime gak peduli dengan orang lain. Tapi hari ini Aku dikejutkan dengan tindakannya, and tidak menyangka Dia mampu bertindak semulia itu.

Tepat pukul satu siang Kami meninggalkan rumah, dan menuju Swimming Club House. Untuk membereskan minuman2 di dalam kulkas, sebab minggu depan Anda orang yang akan menyewanya. Setelah 10 menit bebenah, kami langsung menuju sebuah mall untuk membeli coklat dan permen. Buat oleh2 teman di Jakarta. Mataku yang sedang asyik menikmati sekeliling, tiba2 tertegun pada sebuah sosok. Tepat di bawah lampu merah di sebrangku. "Ah mungkin itu hanya jungkies," pikirku. Sebab aku tidak melihat wajahnya, hanya melihat tas ranselnya, dan seorang ibu yang melewati sosoknya hanya berlalu begitu saja. Namun ketika mobilku belok ke kiri, sosoknya semakin jelas. And Aku bilang kees "Look." ternyata Kees pun memperhatikannya sejak di lampu merah tadi, dan serta merta dia langsung menukikkan mobilnya di jalan. And turun dari mobil. Aku masih tetap di dalam mobil, untuk mengamati apa yang terjadi. kees membalikkan tubuh itu, yang ternyata seorang laki-laki tua. Dan Aku lihat Kees langsung menelpon. Aku masih belum beranjak, masih sibuk dengan pikiranku (apa yang Kees lakukan? Apa yg terjadi?) sampai akhirnya Kees meminta Aku turun dan minta diambilkan selimut. Aku melihat laki2 tua, mungkin sekitar 60-70 tahun, yang merintih kesakitan.

Dan setelah itu, banyak orang yang menghampiri untuk melihat apa yang terjadi. bahkan ada beberapa orang yang turun dan memarkirkan mobilnya, dan mungkin berpikir apa yang bisa mereka bantu untuk laki2 tua itu. Begitu juga para pejalan kaki. mereka menghampiri dan bertanya apa yang terjadi. Aku tidak bisa bahasa Belanda, so aku menjelaskan dengan bahasa inggris sambil tanganku sibuk memberi isarat.

Semula Aku kira laki-laki tua itu terkena serangan jantung. Tapi ternyata tidak, dia merasa sakit di ginjal and ulu hati dan kakinya kram. Dan tidak kuat lagi berjalan, dan akhirnya jatuh. Sebetulnya hanya 500 meter lagi dia sudah sampai di tempat yang di tuju, yaitu gedung pertemuan para penderita diabetes. kata laki-laki tua itu, ia berjalan sangat jauh. Niatnya untuk latihan dan mengurangi kadar gulanya. Tapi ternyata tubuhnya tidak menerima, karena tubuh terlalu lebih dan akhirnya terjatuh. Aku tidak tega melihatnya merintih kesakitan. Dan laki2 tua itu berguling2 di atas aspal yang dingin. berguling dan bangun, duduk dan berguling lagi. Tanda ia merasakan sakit yang sangat. dan kulihat tiga jari tangannya dimasukkan ke mulut, sepertinya ingin berusaha muntah. tapi tidak bisa, hanya sedikit ludah yang keluar. Aku sedih melihatnya, and "Kees mungkin dia butuh minum or something.'' "Just wait the ambulance. Karena mereka tahu apa yang harus dilakukan. sebab dia punya diabetes, kalau kita salah memberi sesuatu bisa fatal akibatnya." Tapi sudah hampir 10 menit ambulance tidak kunjung datang. Pria tinggi besar, yang sejak tadi bersama kami coba untuk kembali menelpon ambulance. Tungu 2 menit tidak datang juga. Dan akhirnya Kees menelpon polici. dan dalam 5 menit polici itu datang.

dua polisi itu langsung ''menginterogasi'' laki2 tua itu. bertanya apa perutnya kosong, dan bagian mana yang terasa sakit. lalu kees memberi sedikit penjelasan tentang apa yang terjadi dengan laki2 tua itu. lalu polici 1 menganbil bantal kecil dari mobilnya, untuk menyandarkan kepala laki2 tua itu dan menyelimutinya dengan kertas yang menyerupai alumunium poil (aku gak tahu, tapi aku rasa itu untuk keep you warm) dan polici 2 kontek ambulance untuk segera datang. dan 3 menit kemudian ambulance datang, 2 paramedik itu berusaha membopong laki2 tua itu. tapi kakinya masih kram, jadi mereka harus mengangkutnya dengan tandu. "I hope everything ok and get wel soon," ujar Kees sambil menggenggam tangan laki2 tua itu. "Semoga cepat sembuh pak tua," kataku dalam hati.

Terus terang Aku tersentuh dengan apa yang dilakukan Kees. Dia sungguh baik and mau peduli dengan sesama. Tapi kenapa yah sama bokap and adiknya dia kadang gak peduli? yeah mungkin dia punya alasan tentang itu. sebagaimana juga aku tahu dan aku lihat hubungan persaudaraan mereka cukup baik. Memang sering mengunjungi, "Tapi kalau sudah berjam-jam atau seharian bersama ayah saya. wah bisa bikin saya marah," ujarnya waktu itu tanpa menjelaskan apa yang menyebabkannya marah.

Entahlah, buat Aku sejelek2nya keluarga or segalak2nya bapakku dia tetap bapakku dan akan tetap menghormatinya. Apalagi jika usianya sudha tua, aku akan makin memaklumi jika tingkah polahnya terasa aneh.

Monday, February 21, 2005

Happy

by Aya

Today i really happy. Dah lama banget mendambakan perasaan ini sejak aku di sini. Kedengerannya sedih banget yah? but its true. Kebahagian merupakan barang langka di sini. Terlalu banyak masalah yang Aku alami di sini.
Bertemu dengan Tina and Sisilia (Mereka asal Malang dan Lombok), teman2 Indonesia ku (yang baru Aku kenal dari Friendster) bikin Aku melupakan sedikit masalahku. Melupakan sejenak kesedihanku.
And meskipun baru bertemu but we are like family. very friendly and lovely. Duh aku makin cinta sama Indonesia. Indonesia memang selalu respek sama yang lain, ramah, welcome and terima kita apa adanya (gak seperti anggapan bapake). Memang teman senegara gak ada duanya deh. And kami berjanji untuk bertemu lagi. Rencananya tanggal 5 Maret mo bertemu lagi. Mo nginep di tempat Sisilia. Karena hari ini kami hanya sebentar bertemu.

Meskipun cuma bertemu beberapa jam, but seneng banget. and feel like old friend who never meet for a long long time. Happy juga bisa makan pakai tangan (thanks Tina, sambalmu bikinanmu enak....hehehehe....). Abis itu dengan semangatnya Kami pergi ke Volendam. Pas sampai sana Kami bertiga teriak2 (terutama Tina), persis seperti anak kecil. Aku juga semakin gila pas ngeliat souvenir2 yang murah. Duh jiwa belanjaku keluar nih. Pertama sempet bingung, coz i dont have money. gak punya uang cash. and confuse atm BCA ku bisa dipakai gak yah? trus nekat aku coba ajah, and ternyata bisa...and happy again...and make me more crazy to belanja lagi....hehehe..... dasar perempuan...gak bisa lihat barang murah and diskon.....hehehe......

Trus juga aku foto bareng Tina pakai baju khas Belanda. seneng banget deh. Eh di semua photo shop pasti ada artis2 asal Indonesia, seperti Rima melati, Ikang-Marissa, Melly Manuhutu, Nur Afni Oktavia, Joshua, dll and bahkan presiden Megawati juga ada ama husbandnya.

Volendam meskipun kota yang kecil, tapi cantik. rumah2nya juga antik. kalau ke Belanda gak ke Volendam emang berasa gak ke belanda. Apalagi buat cari souvenir murah, yah di sini deh tempatnya.

Duh gak sabar untuk bertemu dengan mereka lagi. Tapi minggu depan aku juga mau ketemu teman Indonesia, namanya Sheila, dia teman kampusku. Teman choir and gw ngidolain alm. bokapnya, Udin Syah yang musisi jazz. Dia tinggal di Freiburg, deket Stuttgart (deket rumah Micha....hehehe.....). Dia dah merried ama orang Yugoslavia and punya anak satu umur 11 bulan. Duh gak sabar ketemu Sheila, and lihat2 Paris. Karena rumah Sheila deket ama Paris.

Friday, February 18, 2005

Selingkuh

by Aya

Duh ternyata belum ngantuk nih!!! Sekalian ajah deh nulis. Karena banyak juga hal yang belum di tulis. And mumpung lagi mood to write....hehehe.....

Aku gak pernah kebayang bakal berselingkuh
Walaupun pikiranku sangat wild.....hihihi...... jadi ingat Dinny, Dessy and Wiwi.... miss u girls
Tapi aku tidak pernah dengan nyata berselingkuh
Karena aku ini tipe yang loyal....... cieeeeee
Kalau sudah satu yah fokus satu ajah.
Meskipun long distance Aku tetap setia
Lagi pula Aku tidak tega menyakiti pacar2ku.
Walaupun para mantan pacarku suka menyakitiku.
Bahkan berselingkuh dengan temanku......hiks.....

Tapi Sabtu kemarin aku memberanikan diri untuk bertemu dengan pria itu.
Deg-degan juga sih. Karena Aku ingat pacarku yang jauh di sana.
"Kamu sih Sayang, pake curiga2 segala. Jadinya sekalian ajah deh direalisasi....hehehe...."

Sebetulnya Aku baru mengenalnya 2 minggu sebelumnya dari friendster.
Dia punya banyak temen Indonesia di sini.
Kebanyakan sih orang Malang. Karna mantan pacarnya orang Malang
Meskipun baru kenal, tapi Aku langsung akrab.
Yah secara Aku gak punya teman di sini.
Ada sih teman, tapi itu teman-teman Bapake semua.
And gak bisa dipake tempat curhat.
Kalo curhat ama teman2 Bapake pasti disangkain gw ngejelek2in and gak berterima kasih.

Nih Cowok tinggal di lain kota. Deket ibu kota negara ini deh.
Dia dah sering banget ke Indonesia, and punya kesan baik tentang indonesia
Pernah lho dia menjelajah Sumatra dengan bersepeda
Juga selalu kangen and ingin ke Indonesia terus.
Orangnya baik and ternyata tinggi banget.

And ternyata orangnya asyik juga.
Enak diajak ngobrol.
Trus dia ngajakin keliling Eropa dengan mobilnya.
Duh tawaran menarik. And yang pasti gratisannnn (pake gaya Shanti di MTV)
Tapi sanggup kah aku??? (pake gaya Alm. Andi Liani yah.....hehehehe......

Aku harus berpikir 1000 kali lagi nih
Kacian Sayangku di sana.......hehehe....
Untung Kamu gak bisa bahasa Indonesia, jadi Aku bisa nulis tentang ini sesuka hati.......hahahaha.......

Eh jadi ingat lagunya Ratu ;
Aku suka Kamu suka
Sudah Jangan bilang siapa-siapa.......hehehe........

Ah sudah ah....... doei......

Makan Dengan Caraku

by Aya

Ketika rasa kangen tiba, tak ada yang lebih bahagia ketika apa yang Kita kangenin itu hadir. Rasanya dua milik berdua......hehehe...... and rasa bahagia yang tak henti-henti.
Eitss......jangan berpikir Aku sedang kangen sama seorang cowok yah!!! Aku cuma kangen makanan Indonesia, yang makannya dengan cara Aku.

Di sini aku memang sering banget masak makanan Indonesia. And Kees juga pandai masak masakan Indonesia. Tapi cara penyajian and cara makannya beda. Mo tetap makan dengan cara Aku, aku takut mereka mengejeknya or mencibir. Terutama anake. Aku tidak ingin kejadian beberapa minggu yang lalu terjadi lagi. Yang sampai membuat air mataku berlinang. Sedih and merasa terhina banget. Mereka kok gak mengerti perasaanku, budayaku, padahal Ibunya, neneknya and saudaranya juga orang Indonesia. And Mereka sering juga liburan ke Indonesia. Tapi Bapake lebih cinta ama Thailand sih!!!

Jadi ceritanya begini, long time ago when i went to small market di dekat rumah, aku lihat ampela. Trus aku ngiler deh melihatnya. Sebelumnya Bapake sempat beliin ati ayam, tapi aku kan gak suka ama yg namanya ati. Mau ati ayam or sapi or kerbau, pokoknya yang namanya ati, aku gak suka. Di sini jeroan yang dijual cuma ati, ampela and jantung. Trus aku beli deh tuh ampela sebanyak 1 kilo. Gila yah, belum pernah deh gw beli ampela sebanyak itu. Harganya kalo gak salah 1.70 euro deh. Buat orang sini sih murah banget, tapi buat orang Indonesia itu mahal. Tapi buat mereka itu makanan sampah. And kebanyakan buat makanan kucing and anjing. Kecuali ati, kadang-kadang mereka memakannya. Bisa di goreng atau buat campuran perkedel. Katanya itu makanan sampah, tapi kok masih ada yg dimakan juga yah? Ah nggak konsisten!!! Dasar Belanda gila!!!

Memang Bapake sempat bilang itu makanannya Snoopy, kucing piaraan anake. Tapi saat itu Bapake tawarin Aku, kalau mau beli ajah. So aku beli deh. Secara hari sebelumnya Aku makan gak selera banget, apalagi kalau di sini dah pada makan babi. wah bete bgt gw!!! Dah enek ngeliatnya, and gw harus menghilangkan najisnya. Duh nasib!!! Makanya kalau dah pada masak daging, tanduk gw langsung panjang deh. Wadoh ini Babi bukan yah? So biar aman lebih baik aku makan telur or ayam. or makan indomie ajah. Duh....padahal sebelum kemari Aku gak makan yang namanya mie udah lebih dari 2 bulan. Pokoknya di sini diet gw gagal total deh. Nambah 5 kilo lebih nih....hiks.....

So, sampai di rumah Aku masak tuh ampela pakai bumbu Bali Mix, yang Aku beli di Toko. Pertama makan sukses, nasi panas and ampela bumbu Bali and sambal. Tapi kedua kali makan, secara 1 kilo gitu musti abisin sendiri, gagal total. Ketika Bapake bilang ama anake apa yang gw makan. Langsung deh gadis pemalas itu berkicau dengan bahasanya. Yang gw tahu dari intonasi suara mengejek and bilang "Ih itu kan makanannya Snoopy. yekk!!!" sambil mencibir dan mngeluarkan lidahnya. Trus Gw ledekin balik. "Ini enak tahu. Mau cobain?" eh dia bersuara lagi dengan mimik yang sama "Yekkk...." Aku coba untuk sabar, tenang Aya Kamu numpang di rumah orang, sabar...sabar..... meski Aku tahu and merasakan mukaku sudah merah warnanya. Dengan sedikit menahan kesal Aku jawab ajah "Semua orang Indonesia makan ini tahu". "Oh yah sure," katanya sambil tertawa mencibir and sekali lagi mengeluarkan suara yang bikin enek gw. Rasanya mau muntah banget, and Gw marah banget. Dan air mataku udah di ujung mata. Uh....kalo ini rumah gw dah gw banting kali tuh piring. Gak sopan!!! Mereka menuntut gw untuk polite di sini. And mau mengerti budaya mereka, culture mereka. For me, yang selalu diajarkan tata krama and dididik dengan benar sama orang tua, Insya Allah selalu dapat menghargai orang lain, apa pun itu. And respect to all. And so far gw di sini, gak ada yang komplein mengenai itu. So, its mean i have good attitute. isn't it? And mereka semua suka Aku.

Ampela yang masih tersisa tiga sendok lagi, langsung Aku bawa lari ke dapur. Aku buang ke tempat sampah. jadi sedihku menjadi tiga, perasaan terhina, masih lapar and karena membuang makanan. Aku paling gak tega kalau buang-buang makanan. Inget orang-orang yang gak bisa makan. And juga karena aku sejak kecil dah terbiasa menghabiskan makanan. Walaupun sudah kenyang, makanan harus tetap dihabiskan. Karena kata Bapakku itu tanggung jawabku. "Kalau Kamu ambil makan 2 piring, berarti itu tanggung jawab Kamu untuk menghabiskannya. Kalau tidak habis itu resiko, kan Kamu tahu takaran perut Kamu sendiri," katanya. Saat itu Aku sebel banget sama Bapaku. Tapi kemudian Aku mengerti bahwa itu adalah salah satu pelajaran, tidak hanya mengenai tanggung jawab, tapi juga mengenal diri sendiri and berbagi dengan saudara yang lain. Aku anak nomor 2 dari 6 bersaudara.

Lantas air mataku mulai menetes. Aku sedihhhhh banget!!! Tapi Aku gak mau jadi anak yang cengeng and Aku gak mau Mereka tahu, apalagi melihat Aku menangis. Aku harus kuat!!! Buatku tinggal di sini semacam ujian juga. Jadi ini Aku anggap adalah rintangan hidup di negara orang. Tapi yang membuat Aku bingung, kok sepertinya hanya mereka yah yang seperti itu? teman-temannya baik-baik tuh!!! Padahal Bapake and anake juga punya beberapa anggota keluarga yang juga orang Indonesia. Selama Aku bergaul ama bule mereka selalu respek kok dengan budayaku. Apa mungkin ini karena Aku lebih dekat, setiap hari ketemu atau apa yah? Atau karena ini orang Belanda? Tapi kata Roger, orang Belanda memang memandang orang Indonesia seperti itu. Aku gak berpikir ajah Bapake yang dah Aku kenal ternyata berpandangan seperti itu. Dulu Istrinya kan orang Indonesia, dan Dia masih punya keluarga di Bandung yang kehidupannya juga biasa banget. Ibu tirinya juga begitu, orang kediri yang kehidupannya juga biasa ajah. Pikirannya tuh masih sempit tentang Indonesia. Di kepalanya, masih berpikir orang Indonesia bodoh and gak punya duit. Orang yang berduit adalah keluarga Soeharto or yang orang tuanya memang kaya. Giling, man ini dah tahun 2005, presidennya ajah dah ganti 4 kali....hehehe....Itu lah pengetahuan yang sedikit udah berani menghakimi. Duh...rasanya pingin banget nyodorin mukanya ke temen-temen Gw yang hebat-hebat, kenalin ke Mba Rini, Dessy, ke boss gw, ke Mas Bule, trus liatin lingkungan Gw di musik juga. Bahwa di musik loe juga bisa kaya. Uuh.....sebel.....inginku teriak (gayanya seperti di lagunya Inka Christy...hehehe....).

Sejak kejadian itu, Aku gak mau lagi makan yang aneh-aneh. Terus terang Aku gak suka makanan Belanda, terlalu berminyak and kadang rasanya gak jelas. Pernah nyobain daun bayam yang sudah diancurin tapi dikemas secara beku. Duh yah ampun rasanya....huebat banget deh!!! Waktu makan rasanya 2 kuping Gw keluar asap seperti locomotif...tuttt...tuttt.... gak lagi-lagi deh makan Bayam seperti itu. "Wah Aku gak bisa jadi Popaye deh di sini"."Cuma satu makanan Belanda yang aku suka. Rasanya lekker dan Aku masih terbayang rasanya. Namanya Hachee. terbuat dari daging sapi yang diiris dadu, dengan bumbu irisan bawang bombay, cengkeh, and daun laurier (seperti daun salam tapi rasanya lebih strong). Hachee dimakan barengan dengan nasi, and rasanya akan lebih enak kalau ditemani dengan sambel ulek dan timun yang diasemin (seperti acar, tapi timunnya dibiarkan utuh).

Aku makan Hachee waktu diundang keluarga Aad dinner. Ketika itu Aad sampai datang ke rumah untuk khusus mengundangku dinner di rumahnya. Benar2 dinner yang menyenangkan ketika itu. Hachee yang banyaknya satu panci besar, habis dilahap kami berenam, Aku, Bapake, Aad, Maja, Michael and Tommy. Btw, Michael itu postur tubuhnya and wajahnya mirip Pangeran Harry lho. Tapi Mike lebih cute and sedikit pemalu. Yah...mungkin kenikmatan itu tercipta karena Aad memasaknya dengan Cinta and suasana dinner yang akrab dan menyenangkan. Yang tak lupa diiringi dengan canda. Ah....Aku rindu suasana penuh Cinta.

So, sejak itu aku selalu merindukan makan dengan cara yang nikmat. Rasanya pasti indah banget kan, kalau kita makan trus puas and kenikmatannya gak hilang? Lalu, Aku selalu mencari waktu yang pas untuk bisa makan dengan caraku. And ketika saat itu tiba, Aku meloncat kegirangan. Duh...kadang Aku berpikir. Kok Aku seperti hidup dikekang begini yah? But yah sekali lagi buatku ini adalah ujian, and Aku jadi tahu hidup bersama orang lain. Selama ini Aku selalu hidup bebas, even tinggal ama orang tua Aku gak pernah di kekang. Cuma kadang2 sebel ajah ama Bapakku yang kaku and gampang marah. Tapi kemarin pas ultah, Aku telpon Bapakku. Trus kali ini Bapakku beda banget, lebih perhatian and wise..... hiks....Aku jadi terharu!!!

Jadi Sabtu 3 minggu yang lalu, ketika Bapake and Anake pergi ke kompetisi renang. Aku langsung menyusun rencana untuk makan dengan caraku. Masih ada sisa nasi kemarin (sehari sebelumnya aku masakin Bapake nasi, telur dadar and sambal terasi). Trus aku angetin, lalu aku ceplok 2 telur yang kuningnya aku masak setengah matang. Nasi masih ngebul, telur masih panas, and bau terasi yang sangat menggoda, membuat aku semakin nafsu untuk memakannya. And Aku mau makan dengan caraku. "Makan lesehan, hanya pakai tangan and kaki diangkat......HAHAHA......rasanya indah banget. Sumpah deh, pada suapan pertama aku langsung ketawa ngangkak....hahaha..... seperti orang yang baru pulang dari perang. Kan orang yang berperang pasti gak pernah makan dengan nikmat. Baru mau nyuap udah harus nembak musuh.....hehehe....eh tapi bener gak yah????

Hihihi.....Aku tertawa bahagia, karena aku bisa makan dengan caraku. And juga Aku mentertawakan diriku yang sebegitunya deh....hehehe.......

Makanya kalau hidup di luar negeri, kayaknya di mana2 deh, lebih enak tinggal sendiri. Semuanya terserah sendiri. Semuanya kita sendiri yang ngatur. Secara Aku juga dah lama hidup sendirian. Meskipun ngekost, Aku gak bisa tinggal sekamar berdua. Bisa sih, cuma kalau teman sekamarnya benar2 soulmatenya Aku and Aku menyayanginya sepenuh hati. Rasanya cuma Jiepie deh yang bisa sekamar ama gw!!! Duh...jadi kangen teman2 kostku di LA nih. Dah lama gak ketemu Mereka.

Wah sekarang dah jam 2. Tidur dulu yah!!!!

Thursday, February 10, 2005

By Your Side

By : Sade Adu

You think I'd leave your side baby?
You know me better than that
Think I'd leave you down
When you're down on your knees?
I wouldn't do that
I'll tell you you're right when you're wrong
And if only you could see into me

Ohh, when you're cold
I'll be there
Hold you tight to me
When you're on the outside
Baby, and you can't get in
I would show you
You're so much better than you know
When you're lost, you're alone
Can't get back again
I will find you
Darlin' and I'll bring you home

And if you want to cry
I am here to dry your eyes (ooh)
You know time
You'll be fine

You think I'd leave your side baby?
You know me better than that
Think I'd leave you down
When you're down on your knees?
I wouldn't do that
I'll tell you you're right when you're wrong
Ah, ah, ah, ah, oh, oh, oh
And if only you could see into me

Ohh, when you're cold
I'll be there
Hold you tight to me (to me, yeah)
Ohh, when you're alone
I'll be there
By your side, baby

Ohh, when you're cold
I'll be there
Hold you tight to me (to me, yeah)
Ohh, when you're alone
I'll be there
By your side, baby


This song for my lovely best friend Mas Bule. Best friend in all "season", special if i need help. Mas Bule selalu ada kapan saja aku membutuhkannya, walaupun cuma 5 menit saja. Thanks for your help Mas Bule, special now. Walaupun aku jauh, Kamu selalu siap membantu. Aku gak tahu deh kalau gak ada kamu. And Kamu melakukannya dengan ikhlas. I admire you and love you. And semoga proyek kamu sukses yah di Aceh. Semoga bisa membantu saudara-saudara kita di sana.

Lagu ini juga buat my other best friend Jipie, yang sedang menghadapi masalah besar. "Maaf Pih, saat ini aku gak bisa ada di dekatmu. Tapi semoga semua itu bisa cepat berlalu. Dan aku janji sampai Jakarta, aku langsung ketemu kamu". Oh iyah, inget gak lagu ini juga pernah aku kasih waktu kita masih kuliah? waktu kamu pikir aku meninggalkanmu.....hehehe.......iyah dulu kita seperti orang pacaran yah???? yah I will always love you. Meskipun kadang2 kamu suka aneh.....hehehe......

Hari ini aku memang lagi sentimentil banget, maklum lagi PMS. So, hati jadi lagi gak karuan.
And Aku juga dah gak sabar untuk kembali ke Jakarta. Kangen bekerja, kangen beraktifitas, kangen berkegiatan sosial, teman-temanku, kangen Dj Oko yang bentar lagi mau married....hiks.....trus aku ama siapa dong kalo mau sharing??? jangan berubah yah kalo sudah menikah?!!!


Sepi Diri

Oh Betapa Lama Sepi Di Diri ini
Tiada Lagu Lagi
Tiada Tembang Kini Semerdu Suaramu
Lalu Dalam Sepi

Oh Mengapa Angin Senja Cepat Berlalu
Gelap Sudah Hari
Gelap Pula Hati
Mimpi Nyiksa Diri
Di Dalam Hidupku
Penuh Duka Kalbu

Oh...Oh.....Leburlah Dadaku
Terpanah Asmaramu
Tajam Nian Pedih Nian Busur Cinta
Pasrah Diriku
Nah pergilah Segera
Usah Menggangguku

Bawa Lari Bawa Pergi Kisah Yang Dulu
Usah Menggaguku
Usahlah Mencariku...oh...
Usah Kau Sesali Semua Yang terjadi.........
Oh...Dua Malam


Buah karya Dian PP. Lagu ini selalu Aku nyanyikan ketika hatiku sedang capek, sunyi dan hampa, or ketika mengingat seseorang di sebuah kota yang sangat indah. Seperti hari ini, hatiku lagi sedih banget. Bingung, and sedikit hopeless. But i try to always optimic.

Monday, January 31, 2005

Rotterdam Film Festival screens post-tsunami short film from Indonesia

The 34th International Film Festival Rotterdam, running till next February 6, presents the world premiere of Trep Hudep! (Stay Alive!), a post-tsunami short video documentary by Alex Sihar from Indonesia. The film talks about the surviving people in Aceh, North Sumatra, Indonesia. Trep Hudep! (Stay Alive!) screens as part of the IFFR 2005 special programme section SEA Eyes.

On December 26, 2004, a natural disaster occured in the form of a 9-Richter-scale earthquake, followed by a tsunami. This disaster affected several countries, such as Srilanka, India, Thailand and Indonesia. Despite the sadness that overwhelmed them, survivors strive to regain their life with dignity. This film is part of a work in progress. Not entirely finished it is the introduction part of a series of audio-visual projects documenting the changes in Aceh throughout 2005. The project includes among others plans for feature documentary films about an 'Early Warning System', about Acehnese women coping with post-disaster rehabilitation and a feature film
Trep Hudep! (Stay Alive!) is produced by the Indonesian Community for Independent Films (KONFIDEN), a non-profit institution founded in 2000 aimed at developing, distributing and employing the knowledge of film.

During IFFR 2005, Trep Hudep!(Stay Alive!) precedes the SEA Eyes short film compilation programme 'Indonesia on the Move' (screening dates: Monday January 31, 2005, 17.30, Cinerama 7; Wednesday February 2, 2005, 10.15, Pathé 2).

sumber : www.filmfestivalrotterdam.com

Lagi malas nulis. Hati lagi sedih nih....hiks.......

Wednesday, January 26, 2005

International Film Festival Rotterdam

Wednesday, 26 januari 2005

Hari ini (26/1), International Film Festival Rotterdam (IFFR) mulai di gelar di Rotterdam, Belanda. Festival Film ini akan digelar sejak 26 Januari – 6 Februari 2005. Untuk penyelenggaraan yang ke 34 kalinya ini, Film Indonesia diwakili oleh Film "Mengejar Matahari" atau judul terjemahan "Chasing The Sun" karya Rudi Soedjarwo. Namun disamping film Chasing The Sun, banyak juga film-film Indonesia yang akan tampil. Terutama film-film pendek karya para sutradara muda, yang sebagian besar tergabung di Ruang Rupa Tebet.

Dan seperti penyelenggaran-penyelenggaraan sebelumnya, film karya Garin Nugroho (or produksi SET) juga ikut diputar. Kali ini karya yang ditampilkan adalah "Rindu Kami Padamu (Of Love And Eggs)", "Trilogi Politik" dan satu film produksi SET yang di sutradarai oleh Dosy Omar, "Fear Factor Election 2004 (Star Galaxy)". Film ini berdurasi 32 menit, yang berkisah tentang Kampanye salah satu partai politik.
Pada tahun 1999, film Garin "Daun Di Atas Bantal (Leaf on A Pillow)" jadi film pembuka IFFR. Yah nama Garin cukup di kenal di sini. Bahkan pada festival kali ini dia jadi pembicara untuk acara diskusi film.


Berikut daftar film Indonesia yang tampil di IFFR :
1. Chasing The Sun -- Rudi Soedjarwo – 86’
2. Flag of Indonesia – The Political Trilogy (32’), Fear Factor Election 2004, Hardline .
3. Of Love And Eggs -- Garin Nugroho -- 90'
4. Indonesia On The Move -Kumpulan Independent Movie dr pr sineas muda

· A Mail – Aryo Danusaputra -- 5’
· My Right WingLulu Ratna – 2’
· Crosswijk – 5’ - Merupakan film kerjasama antara Ind-Belanda Dir.Lulu Ratna
· Andy Ask – Hafiz – 14’
· Broken (Patah) – Salman Aristo – 7’
· Please Come To My Dream, I Want Hurt You – Dimas Jayaspana – 7’
· Ronin – Hafiz (Forum Lenteng) – 14’
· Silence – 7’ Kerjasama USA–Ind. Dir.Ariani Darmawan,Music.Alfred D. Ticoalu
· Everything’s Ok – 5’ -- Tintin Wulia – Film Animasi dari Ruang Rupa
· Dayang Soembi (The Woman Who is Married To A Dog)–7’-Dir.Erwin,Pemain:Ine Febrianti, Faozan Rizal.
· Error Terror Public Horror (Uka-uka yang di TPI nih)–5’–Dir. Rizky Lazuardi
· Hardline – 5’ -- Dir. Andi Bahtiar yusuf, Produksi Lulu Ratna

5. The Year Of Living Vicariously –63’-kerjasama Ind-Malay,Dir.Amir Muhammmad, Produksi : MILES
6. Riau – kerjasama Ind-Singapore – Dir. Zai Kuning, Produksi : Oni Studio
7. The Rain Maker (Impian Kemarau) – 86’ – Dir. Ravi L. Bharwani. Pemain : Levie Hardigan, Clara Sinta, Ria Irawan.

Lebih dari 100 film di putar di festival ini, yang berasal dari berbagai negara. Rasanya hampir semua negara di Eropa, Asia, Amerika, Canada, mengirimkan wakilnya. Wah alangkah senangnya yah, jika suatu saat nanti Jakarta International Film Festival (Jiffest) bisa memutar film sebanyak itu, dari berbagai Negara dan dari berbagai jenis film. Dan mudah-mudahan peminat film seperti ini bisa bertambah banyak.

Peminat IFFR 2005 sangat banyak, dan mereka sudah memburu tiket dua hari sebelum festival berlangsung. Senin (24/1) kemarin, para calon penonton sudah mengantri sejak pagi hari untuk membooking tiket. Dan meskipun harus menunggu lebih dari 4 jam, dan tiket sold out, mereka tidak peduli. Jika tidak bisa booking, mereka bisa membeli tiket secara online atau pada saat film akan di putar.


Duh jadi inget Jiffest, yang kemarin aku gak sempat menontonnya!!!

Oh yah, harga satu tiket untuk satu film 8 Euro. Muahal yah ???? Tapi kalau beli tiket lewat Tiger by online hanya 5 Euro. Bisa sangat berhemat!!! Jiffest kemarin hanya Rp. 15.000 yah? atau sekitar 1 Euro 20 sen.

Jika di Jiffest Aku selalu memburu film-film dari Jerman dan Irak, serta film-film yang menang festival, Di IFFR Aku hanya memburu film-film dari Indonesia....hehehe.... yah untuk melihat bagaimana animo mereka terhadap film Indonesia. Tapi Aku pasti menonton film-film dari negara lain. Terutama film karya Theo Van Gogh "Submission" yang mengakibatkan dirinya dibunuh.

Yah film ini sangat sensitif, karena membawa isu agama. Oleh karena itu parlemen menilai sangat tidak bijak jika film ini di konsumsi untuk umum. Itu sebabnya, meskipun di putar di festival ini, tidak ada jadwal yang diumumkan kapan film ini akan diputar. Tapi Aku akan coba bertanya kepada teman-teman di parlemen.

Theo Van Gogh di bunuh pada tanggal 2 November 2004 di Jalan Linnaeusstrat Oost, Amsterdam. Theo yang lahir pada 23 Juli 1957 ini, di bunuh dengan cara di tembak 7 kali dan ditusuk 2 kali di dada oleh seorang muslim ekstrimis dari Maroko. Peristiwa ini jelas mendapat reaksi keras. Sejak itu terjadi ketegangan antara masyarakat Belanda dengan Umat muslim di Belanda. (tulisan lengkap mengenai issue ini, bisa di baca pada edisi next week, mengenai Politic party)

Film pendek ini bercerita tentang, seorang istri yang dianiaya suaminya yang muslim. Sebelumnya si Istri beragama Kristen. Karena ia tidak tahan dengan pukulan dan cambukan sang suami, Ia pun meminta cerai dan kembali masuk Kristen. Cover film Submission ini menampilkan perempuan yang tidur terlentang dengan setengah telanjang (bagian butt ditutupi kain putih), pada punggung perempuan tersebut terdapat luka bekas cambuk dan tulisan arab yang diambil dari A-Quran.

Di Film ini Theo berkolaborasi dengan Ayaan Hirsi Ali, asli Somalia. Hirsi beragama Islam. Dia percaya adanya Allah, tapi tidak percaya apa yang di tulis Al-Quran. Sebelumnya Hirsi dari sayap kanan (PvDA Rotterdam), lalu kemudain dia berpindah pandangan politik menjadi liberal. Perubahan pandangan politik inilah yang membawanya menjadi anggota parlemen. Dan sekarang Dia berbicara keras tentang kasus pembunuhan Theo Van Gogh ini.

Lantas pembunuhan ini juga mengundang reaksi keras dunia international. Banyak media, baik di Belanda maupun media internasional, mengenai freedom of expression and particularly about the measure of freedom film makers should enjoy. Issue ini juga yang kemudian dijadikan salah satu tema diskusi dalam IFFR pada tanggal 3 Februari 2005. Garin Nugroho ikut jadi pembicara dalam diskusi ini. Menurutku, Garin jadi pembicara dalam diskusi ini, karena salah satu filmnya "Rindu Kami padamu (Of Love And Eggs)" bertemakan religi.

Disamping Garin, tampil juga sebagai pembicara Peter Sellars (Austria), Goran Paskaljevic (Yugoslavia, Serbia), Ilya Krhayanovsky (Rusia), Nik Powell (UK) dan Geert Mak (Belanda) sebagai keynote speaker.

Seperti apa jalannya diskusi ini, dan juga film "Submission"? Doain saja Aku tahu jadwal filmya dan dapat tiketnya. Sehingga Aku bisa share kepada kalian semua (AYA)